Kekuatan Dibalik Cincin Batu dan Besi Tua

     Setiap orang dari kalangan dan unsur manapun pasti mempunyai kegemaran pribadi yang tidak bisa dihilangkan. Dari kegemaran yang bersifat hiburan sampai yang bersifat pemikiran. Dari yang berbau mistik sampai yang berbentuk realitas duniawi. Dari yang baik sampai yang jelek. Dari yang sederhana sampai yang rumit. Seperti kegemaran memancing (mancing mania), mengumpulkan prangko/filateli (sekarang mana prangkonya ya, diganti ngumpulin sms kali ya), membaca, olah raga, melukis, bermain catur, berdebat, dll.
     Dari sekian banyak kegemaran tersebut, terdapat salah satu kegemaran yang agak langka, unik dan tak banyak diketahui orang, yakni kegemaran mengoleksi cincin yang matanya terbuat dari batu, dan besi-besi tua yang diyakini mempunyai kekuatan gaib bagi yang memakainya. Keyakinan itu dilandasi dari pengalaman hidup masyarakat tempo dulu. Pada masa itu orang per orang selalu berhadapan dengan berbagai gangguang yang membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu mereka melengkapi diri dengan berbagai benda yang diyakini mempunyai kekuatan gaib tadi. Al hasil, ketika itu banyaklah orang-orang yang tahan ditembak, kebal terhadap benda-benda tajam (bahasa Barabai /Banjar : taguh), dan mampu melebihi kekuatan normal manusia. Konon hal itu disebabkan karena mereka memakai benda-benda seperti cincin atau besi-besi tua tadi. Dan itu berlanjut sampai sekarang, walau dalam jumlah yang terbatas.
     Kebanyakan orang orang hanya mengenal jenis batu permata seperti batu akik, pirus, zamrud, yakud,dll. Namun hanya sedikit yang tahu tentang jenis batu lain seperti yang dinamakan ‘buntat tadung, buntat sawa, batu petir’, dll. Yang terakhir ini diyakini mempunyai kekuatan gaib.
     Demikian pula hanya sedikit orang yang mengenal jenis-jenis besi seperti besi kuning, besi putih, dan besi-besi tua lainnya berupa keris-keris warisan zaman lampau yang diyakini juga memiliki kekuatan gaib luar biasa.
     Pada umumnya kegemaran mengumpulkan/mengoleksi benda-benda tersebut karena beberapa alasan, diantaranya karena peruntungan nasib yang lebih baik, sebagai perisai diri (pelindung terhadap berbagai gangguan), kekebalan tubuh, dan karena prestise (termasuk didalamnya sebagai perhiasan belaka). Benda-benda itu pada akhirnyabernilai jual yang tinggi sampai jutaan rupiah. Suatu nilai yang sulit distandarisasikan dengan barang-barang lain. Mengingat nilai itu sifatnya relatif dan tergantung pada intensitas kepentingan orang yang memerlukannya.

Peruntungan Nasib
     Bila seseorang memakai cincin batu, sering dikait-kaitkan dengan peruntungan nasib orang yang memakainya. Bahkan terkadang terlalu diyakini, sehingga lupa pada yang lebih kuasa, Allah SWT. Namun sebaliknya jika cincin batu yang dipakainya akan mengakibatkan bala/sial, nasib kurang mujur, atau mengurangi rezeki, maka pemiliknyamenjadi resah dan tidak tenang.
     Menurut beberapa kalangan penggemar cincin batu, ada jenis batu yang bila dipakai dijarinya akan mendatangkan/menimbulkan rasa simpati orang padanya, dan dirinya akan akan disukai oleh orang banyak, mudah mencari rezeki, dan bahkan katanya ada jenis batu yang mampu meluluhkan kerasnya hati seorang wanita sehingga berbalik mencintai pria penggoda yang kebetulan memakai cincin dimaksud. Suatu benda yang sangat dicari oleh para pria hidung belang.

Perisai Diri
     Kegemaran mengoleksi cincin batu dan besi-besi tua tidak hanya dilandasi pada kekuatan peruntungan nasib tadi, tetapi juga karena dilandasi suatu keperluan untuk keselamatan diri terhadap berbagai gangguan. Sebut saja misalnya batu ‘buntat tadung atau ‘buntat sawa’ bisa memberikan kekuatan pada seseorang sehingga tahan ditembak, kebal terhadap benda tajam,dll. Demikian juga ‘besi kuning’ katanya bisa memberikan kekebalan tubuh terhadap benda-benda tajam (pisau, parang, keris, dll).
     Ada pula besi tua yang tidak memberikan kekuatan secara langsung kepada pemakainya, namun mampu mengingatkan/membangunkan disaat pemiliknya tertidur pulas sementara harta dan kekayaannya terancam kehilangan. Benda itu memberi tahu dengan bergerak-gerak sehingga terdengar oleh yang empunya. Maka selamatlah diri dan harta benda dari ancaman maling tersebut.
     Percaya atau tidak, secara tidak langsung saya pernah mengalami keanehan dari sebuah besi tua. Saat itu saya membawa keris yang diperuntukan sebagai hisan, dan akan pulang melalui bandara Juanda Surabaya. Keris itu saya simpan dalam koper, namun anehnya benda itu lolos dan tidak terdeteksi oleh alat pendeteksi. Suatu pengalaman yang sampai saat ini menjadi tanda tanya saya, mengapa sampai terjadi hal yang demikian. Wallahualam.

Prestise
     Alasan lain yang lebih dominan dari para kolektor cincin batu dan besi tua adalah karena alasan prestise dan alasan untuk perhiasan. Batu merahnya misalnya, yang katanya apabila direndam dalam air, maka air itu akan berbah menjadi warna merah pula. Dan menjadi bening kembali jika cincin batu tadi diangkat dari air. Karena sifatnya yang demikian itu sehingga menyebabkan batu jenis ini harganya melambung tinggi sampai puluhan juta rupiah. Suatu kekuatan yang ajaib dari sebuah benda mati.
     Kita sering pula menyaksikan seseorang mempergunakan cincin batu hampir disemua jarinya. Itu tidak lain karena alasan peruntungan nasib, perisai diri, dan juga karena prestise tadi. Keyakinan terhadap kekuatan dibalik cincin-cincin batu tadi telah mendorong orang untuk memakainya ke seluruhnya jarinya.
     Tidak itu saja, memang bentuk, warna, dan urat-urat batu yang sudah dilicinkan tampak indah dipandang mata. Sehingga menimbulkan daya tarik bagi seseorang untuk memilikinya sebagai perhiasan dijarinya. Bila demikian, maka harganya pun juga akan selangit. Cincin yang melekat di jari seseorang adalah sebagai perlambang kegagahan dan kejantanan seorang pria sejati. Kalau emas banyak dimintai wanita sebagai perhiasan, maka cincin batu dengan berbagai kekuatan yang terkandung di dalamnya menjadi incaran setiap pria.

Perlu Kajian
     Benar tidaknya kekuatan yang terkandung di balik cincin-cincin dan besi-besi tua itu, kiranya perlu pengkajian/penelitian secara khusus dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Walaupun menurut ilmu agama (khususya agama Islam) mempercayai benda-benda dengan kekuatannya adalah termasuk syirik. Dengan tidak bermaksud melemahkan tinjauan dari sisi agama, sekali lagi kandungan/partikel-partikel yang terdapat dalam batu/besi-besi tua tersebut kiranya perlu diteliti, termasuk ajian kebal (unsur yang terkandung dalam untalan taguh). Apakah memang ada zat tertentu yang bersenyawa dalam benda tersebut, atau memang ada sesuatu kekuatan lain yang melekat pada benda-benda tersebut, atau karena hanya faktor psikologis sehingga seolah-olah benda tersebut memiliki kekuatan.
     Memang kekuatan itu sulit dicerna oleh akal, karena tidak ada data/bukti penelitian. Namun sebaliknya, jika para peneliti dapat menjelaskan dengan pembuktian ilmiah tadi, niscaya akan merupakan suatu prestasi bagi perkembangan agama Islam. Karena dengan pembuktian itu akan mengurangi kepercayaan yang berlebihan terhadap benda-benda mati yang bermuara pada syirik.
     Timbulnya kepercayaan yang berlebihan itu memang tidak lepas dari pengalaman-pengalaman yang terdahulu sehingga sulit menghilangkannya. Mau dihilangkan tapi dibutuhkan. Mau dilestarikan dikhawatirkan menimbulkan syirik. Dalam hal ini maka penilaian dikembalikan pada pribadi masing-masing. Syirik atau tidak, wallahualam. 

Sumber :Syafruddin

11 komentar:

Pendelz mengatakan...

nice share sob

Tagantar Dot Com mengatakan...

@pendelz_ :) .. trma kasih gan !

ongisnade mengatakan...

postingan yang sangat menarik :)
sangat bermanfaat.. ^_^
keep posting yaa..

ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. :)

Tagantar Dot Com mengatakan...

@ongisnade_iyaa,, sama 2x gan ,, :)
Segera k tmpt shabat .. :)

Happy Blogging .. !

Nicky Oktavian mengatakan...

sayang banget sob saya ga punya benda gituan, sobat punya ga? klo ada minta atu biji donk ehheee

Tagantar Dot Com mengatakan...

@Nicky Oktavian_ hehe.. sya jg ngga punya sih gan.. tp cuman ortu yg pnya.. ! :)

Mr Simpel mengatakan...

kada parcaya pang nh yg ada kekuatan ngitu, jin wara tu isinya

edu mengatakan...

hati-hati syirik sob..percaya ma yg begituan

sekedar wawasan mengatakan...

hati2 syirik mas,,,jangan percaya yg begituan

mistei mengatakan...

batu memang memiliki kekuatan alami, jadi bukan syirik karena bisa dijelaskan secara ilmiah. seperti bati berlian,kecubung/ametys/saphire, mata kucing dll. batu juga memiliki unsur mineral masing2, dan mineral2 itukalau di teliti juga memiliki dampak kepada yang memakai,salah satu contoh batu tourmalin yang secara ilmiah bagus buat kesehatan, bukankah juga batu yang keras tahan api dan itu cocok itu peralatan rumah tangga, disamping batu2 itu bagus buat perhiasan. jadi istilah syirik adalah sesuatu perbuatan yang mempercayai sesuatu tanpa didasari oleh akal sehat, itu baru syirik dan menyepelekan kekuasan Allah.

Anonim mengatakan...

Sebernarnya kalau diteliti lebih lanjut, batu2 mulia dan logam2 mulia yang mengandung banyak zat2 dan unsur yang terkandung didalamnya jika melakat di tubuh(dijadikan perhiasan), zat2 yang terkandung di dalam batu dan logam mulia bisa bersenyawa dengan zat yang terkandung di dalam tubuh manusia sehingga menghasilkan senyawa kimia baru di dalam tubuh manusia.

Poskan Komentar

 
 
Copyright © www.tagantar.com